ROKET RX-420 dan CN 235 versi militer

Diposting oleh Nanang Suryana | Selasa, Juli 21, 2009 | | 2 Komentar »

SALUT Untuk para insinyur Indonesia!!!!

Pagi-pagi membuka milis mesin univ.lampung, biasanya isinya tentang ucapan selamat nikah, bahas TA yang itu-itu aja, atau masalah janjian kumpul-kumpul alumni, atau hal-hal lainnya. TApi ternyata ada salah satu posting dari dosen kami yang sedang studi di luar negeri (yang ternyata lebih update teknologi luar biasa dalam negeri daripada mahasiswanya), yaitu pak zulhendri hasymi tentang karya anak bangsa yaitu ROKET RX 420 dan CN 235 versi militer.

Luar biasa, kita ternyata mampu mandiri, dengan pikiran sendiri, menghasilkan teknologi yang tidak kalah dengan luar negeri. Heran jika kita masih saja bergantung pada luar negeri, apalagi masalah militer, alhasil kita jadi suka "merengek" atau "mati kutu" jika sudah di embargo.
Setelah membaca postingan itu, langsung saja tanya ke "mbah google" tentang roket RX-420. Kebetulan dapet link bagus juga (www.tandef.net- tandef"think and act for national defence dimana disana juga ditemukan quote of jendral sudirman yaitu "Sebagai negara, kita telah tjukup mempunjai pantja indera. Negara ada. Pemerintah ada. Tentara ada. Rakjat ada. Kalau kita sekarang tidak mempunjai keinginan untuk terus merdeka, samalah artinja dengan baji jang tidak mau mendjadi manusia sempurna. Baji akan tetap tinggal mendjadi baji, digendong, ditimbang. Ia lebih dahulu lumpuh sebelum tumbuh.") makin menambah fresh otak ini.

Pada link ini diketahui bahwa ROKET RX-420 merupakan roket propelan terbesar produksi LAPAN setelah sebelumnya (satu tahun yang lalu) diproduksi RX-320. Dan ternyata sekali lagi, hanya sedikit yang update tentang ini, payah sekali kita ini.

Menurut sumber baca, roket ini dibuat dalam jangka waktu tiga bulan dengan spesifikasi berdiameter 420 mm, berat luncur 1.000 kilogram, panjang roket 6.200 mm, jenis propelan solid-komposit, waktu bakar 13 detik, dan waktu terbang 205 detik. Muatan kepala roket berupa diagnostik, GPS, altitudemeter, gyro, 3-axis accelerometer, processor, dan baterai.WAktu yang cukup singkat dibandingkan waktu yang diperlukan mahasiswa dalam menyesaikan penelitian untuk tugas akhirnya (buat tambah semangat aja, jangan di komplain, gak heran karena sebelum-sebelumnya sudah ada penelitian jadi hanya sebentar membuatnya).

"Keunggulan RX-420, yakni propelan yang digunakan memberi daya dorong lebih besar sehingga kecepatannya empat kali lebih dari kecepatan suara. Hal itu juga berdampak pada daya jelajahnya yang mencapai seratus kilometer dengan prediksi ketinggian 53 kilometer," ujar Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menegristek) Kusmayanto Kadiman.

Selain itu, peluncuran roket tersebut terutama untuk menguji ujung roket sebagai daerah paling sensitif. "Karena menembus batas suara dari subsonik sampai ke supersonik, roket yang meluncur dengan kecepatan tersebut bisa mencapai panas 1.200 derajat Celsius," katanya.

Untuk material pembentuk bagian propelan dan kepala roket, menurut Kusmayanto, diupayakan menggunakan produk lokal. "Kami utamakan menggunakan bahan yang secara komersial ada di pasar. Dengan produk material lokal, kita masih bisa memproduksi propelan dan nose-nya," ujarnya.

Roket RX-420 akan menjadi cikal bakal roket peluncur satelit. "Kita sudah gagas projek Satellite Launcher Vehicle, dengan roket sebagai peluncurnya. Yang penting, harus disiapkan ketelitian teknik tinggi untuk teknik separasi beberapa roket yang disusun untuk meluncurkan satelit," ungkapnya

Pada link ini pun di tulis bahwa uji coba akan diteruskan pada tahun 2010 dengan roket yang diluncurkan merupakan gabungan dari RX 420-420 dan tahun 2011 giliran gabungan 420-420-320 dan SOB 420. Mudah-mudahan lancar dan semoga saja ada mahasiswa univ.lampung yang ikut bergabung (segala kemungkinan bisa terjadi).

Kepala Lapan Dr. Ir. Adi Sadewo Salatun, M.Sc. menyatakan, pada sepuluh detik pertama peluncuran, roket RX-420 sudah berhasil mengirimkan data riil karena terdapat prosesor di dalamnya. "Data yang dikirim, direkam lewat prosesor, dan hanya meleset di bawah lima persen dari rekonstruksi," ujarnya.

Uji coba ini ditargetkan selesai pada tahun 2015.Roket siap mengantarkan satelit yang diberi nama Nano Satellite dengan ketinggian 300 kilometer dan kecepatan 7,8 kilometer per detik. Jika berhasil, pada akhirnya Indonesia bisa menerbangkan satelit sendiri dengan produk lokal, asli buatan anak bangsa Indonesia.Amin.

CN 235 Versi Militer
selain RX-420, ternyata ada lagi karya anak bangsa para insinyur indonesia dalam militer, yaitu pengembangan CN-235 versi militer buatan PT.DI (do'akan supaya saya bisa kerja praktik disana, amin). Kemudian ada lagi PT.PAL yang sudah menyatakan siap dan mampu membuat kapal selam tapi belum ada dukungan dana dari pemerintah yang tengah terombang-ambing dalam permainan intelijen internasional.

Negara kita indonesia lebih senang dengan produk-produk luar negerinya, padahal Turki dan Korea selatan mengagumi buatan indonesia "setengah mati" (pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya).Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.

Jadi, buat anak-anak bangsa jangan hanya terlena dengan teknologi luar negeri, tapi mari kita coba upgrade diri kita dan menghasilkan karya terbaik bagi bangsa indonesia.

2 Komentar

  1. Mesin Unila 2006 // 24 Januari 2010 08.35  

    Maju terus teknologi indonesia!!

  2. bali ratih // 3 Maret 2011 13.31  

    maju terus indonesia
    banyak insinyur kita yang sanggup bersaing dengan
    insinyur dunia



    Jual Bali Ratih Harga Eceran Termurah

Posting Komentar